Tampilkan postingan dengan label bedahbuku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bedahbuku. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Ill Principe | Sang Penguasa

Il Principe (Sang Penguasa) adalah sebuah risalat politik oleh seorang pegawai negeri dan teoretikus politik Firenze Niccolò Machiavelli. Aslinya berjudul De Principatibus (Tentang Kekuasaan), ditulis pada 1513,[1] namun baru diterbitkan pada 1532, lima tahun setelah kematian Machiavelli. Tulisan ini adalah sebuah studi klasik tentang kekuasaan – bagaimana memperolehnya, memperluas, dan menggunakannya dengan hasil yang maksimal. Tulisan ini sebenarnya tidak mewakili karya-karyanya selama masa hidupnya, namun karya inilah yang paling diingat, dan yang menyebabkan lahirnya istilah "Machiavellis" yang digunakan secara luas sebagai istilah pejoratif.

Pandangan-pandangan yang diuraikan oleh Machiavelli dalam Sang Penguasa mungkin kedengarannya ekstrem. Namun, seluruh kehidupannya dihabiskannya di Firenze pada saat konflik politik yang berkelanjutan. Karenanya, nilai utama yang ditekankan Machiavelli adalah kebutuhan akan stabilitas dalam wilayah seorang pangeran/penguasa.
Teori-teori yang diungkapkan dalam Sang Penguasa seringkali dipuja sebagai metode-metode cerdik yang dapat digunakan oleh penguasa yang sedang mencari kekuasaan untuk memperoleh takhta, atau oleh seorang penguasa untuk mengukuhkan pemerintahannya. Menurut Machiavelli, kebaikan moral yang terbesar adalah sebuah negara, yang bajik (virtuous) dan stabil, dan tindakan-tindakan untuk melindungi negara, betapapun kejamnya, dapat dibenarkan. Yang sangat penting ialah bahwa ia melakukan segala sesuatu yang perlu untuk mempertahankan kekuasaannya; namun demikian, Machiavelli sangat menganjurkan bahwa terutama sekali, Sang Penguasa tidak boleh dibenci. Ia memberikan sebuah jawaban yang padat tentang apakah seorang penguasa harus ditakuti atau dan dicintai. Ia menyatakan, "…seorang penguasa yang bijaksana harus membangun kekuasaannya berdasarkan apa yang ia sendiri kuasanya dan bukan berdasarkan apa yang orang lain kuasai; ia harus berusaha agar ia tidak dibenci, seperti yang telah dicatat." Ia juga berkata "Yang terbaik ialah ditakuti dan dicintai; namun demikian, bila seseorang tidak dapat dua-duanya, lebih baik ditakuti daripada dicintai."


Selasa, 02 Desember 2014

Dibalik Frekuensi

Gelombang frekuensi merupakan salah satu sumber daya milik negara yang amat potensial. Namun, bagaimana jika frekuensi dikonglomerasi sejumlah orang?, Dan bagaimana jika frekuensi diperalat untuk kepentingan golongan tertentu?

Melalui kisah Luviana, jurnalis yang di-PHK secara sepihak oleh MetroTV, film berjudul “Di Balik Frekuensi” menguak kisah tentang eksploitasi frekuensi dan politisasi media di Indonesia. Tak hanya Luviana, Kisah Hari Suwandi, korban lumpur lapindo yang melakukan aksi jalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta juga diceritakan dalam film tersebut.

Intrik nakal yang terjadi antara dua televisi berita ternaman MetroTV dan TVOne, menjadi tokoh utama dalam film bergenre dokumenter ini. Ucu Agustin sebagai sutradara film ini berhasil memyampaikan  “kejahatan”  dari dua TV berita tersebut.

Berawal dari kasus Luviana dan beberapa temannya sesama jurnalis yang gajinya tidak dibayar selama beberapa bulan. Kemudian ia  menuntut dibuatnya serikat pekerja pers MetroTV untuk peningkatan kesejahteraan pegawai (jurnalis) di MentroTV. 

Namun usaha Luviana malah berbuntut panjang. Sebagai jurnalis Luviana di non-aktifkan bekerja selama beberapa bulan tanpa alasan yang jelas. Setelah mengajukan protes, ia malah dipindahkan ke bagian HRD.

Berbagai macam upaya ia lakukan untuk menuntu haknya. Ia mengadukan diri ke Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Dewan Pers, Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers), Serikat Pekerja, dan lainnya. Walaupun ia berhasil menemui Surya Paloh, direktur utama MetroTV untuk mengadukan kasusnya. Namun, hal itu tidak mengubah apapun. Beberapa bulan kemudian ia menerima surat PHK dari MetroTV  

TVOne, sebagai saingan MetroTV pun tak mau melewatkan kasus Luviana sebagai “santapan besar” yang harus terus diberitakan. Berbagai macam sudut pandang berita tentang kasus Luviana terus mengalir. Perang politik antara Surya Paloh dan Abu Rizal Bakrie terlihat jelas melalui dua kisah dalam film ini.

Hari Suwandi yang melakukan aksi jalan kaki dari Porong, Sidoarjo ke Jakarta untuk menuntut ganti rugi bagi korban lumpur lapindo. Ia berniat menemui  Bakrie untuk menuntut ganti rugi. Namun, setelah ia sampai di Ibu kota perjuangannya sia-sia. Bakrie tidak menemuinya, tidak ada pihak yang dapat memberikan pertanggungjawabannya pada korban lumpur.  

Bahkan saat diwawancarai di TVOne  tiba-tiba Hari Suwandi menangis dan meminta maaf pada Bakrie Group dan seluruh keluarga besar Bakrie. Hal itu sangat mengejutkan seluruh warga Sidoarjo. Bagaimana bisa Hari Suwandi yang sudah rela menempuh satu bulan perjalanan dengan berjalan kaki, namun sesampainya di Jakarta ia malah meminta maaf pada Bakrie.

Kemudian, setelah pemberitaan TVOne yang menampilkan wawancara live Hari Suwandi, keberadaan Hari Seolah menghilang tidak ada yang mengetahuinya. Apakah ia masih hidup atau tidak.  

Hal yang sama dengan TVOne saat memberitakan Luviana juga terulang kembali. Kali ini giliran MetroTV yang terus mem-blowup berita tentang Hari Suwandi yang lagi-lagi dikaitkan dengan Bakrie sebagai biang keladi permasalahan ini. 

Persaingan antara dua stasiun TV ternama Indonesia ini pun terlihat jelas. Ditambah lagi dengan persaingan pemilik dua media tersebut yang akan beradu dalam satu panggung di tahun 2014. Film ini dapat menyadarkan kita sebagai penonton yang harus selektif dalam memilih tontonan dan jangan mudah terpengarug pada suatu pemberitaan.

Film ini cocok untuk ditonton semua kalangan, terutama bagi para pengamat media. Di Balik Frekuensi  juga menyajikan informasi tentang pertumbuhan media massa  beserta data-datanya diakhir tanyangan. 

Sinematografi  dalam film berdurasi 144 menit 27 detik ini juga memukau. Walaupun bergenre dokumenter film ini tidak membuat anda bosan saat menontonya, karena perpaduan kisah Luviana dan Hari Suwandi  digabung dengan alur yang menarik. 

Meskipun kisah Luviana dan Hari Suwandi merupakan kisah berbeda tanggal, tempat, dan waktu tetapi, tetap bisa bersinergi dengan baik. Sehingga, apa yang ingin disampaikan Ucu dan Ursula Tumiwa, sang produser dapat tersampaikan dengan baik pada para penontonnya

Rabu, 17 September 2014

Mereka Bilang Aku Kafir

Sebuah novel yang diluncurkan pada saat yang tepat. Saat media marak memberitakan tentang jamaah-jamaah yang mengajarkan aliran yang dianggap sesat, saat masyarakat resah dan merasa terganggu dengan keberadaan mereka, saat itulah novel ini dilempar ke pasaran.

"Mereka Bilang Aku Kafir, novel pertobatan seorang anggota aliran sesat" ditulis oleh Muhammad Idris, diterbitkan oleh Hikmah, Oktober 2007, 237 halaman. Sebuah novel yang berdasarkan pengalaman pribadi penulis, yang mengisahkan tentang bagaimana seorang alumni pesantren bisa terjebak dengan fanatisme buta di dalam sebuah organisasi yang mengajarkan agama yang menyimpang dari akarnya.

Tersesat dalam Pencarian Diri

Idris baru saja lulus dari pondok pesantren, ia kembali ke rumahnya di Jakarta dengan harapan selanjutnya akan melanjutkan ke bangku kuliah. Di masjid dekat rumahnya ia berkenalan dengan Pak Hanafi, seseorang yang berpenampilan sangat kharismatik. Pak Hanafi mengajak Idris untuk mengikuti sebuah pengajian di rumahnya yang bisa memahami Al-Qur'an hanya dalam waktu seminggu. Idris yang masih sangat haus akan ilmu agama langsung menerimanya.

Dengan cara yang sangat halus, ternyata Pak Hanafi mengajak Idris untuk mengikuti sebuah organisasi yang menganut pemahaman agama Islam yang berbeda dari Islam yang dipahami umum. Perlahan lahan Idris mulai terjerat dalam jaringan jamaah yang bertujuan mendirikan negara RII yang sepenuhnya berdasarkan syariah Islam. Kelompok itu sendiri menyebut dirinya sebagai KR-9 (Kelompok Regional 9).

Idris kemudian mengikuti semacam training yang mendalami ajaran-ajaran yang diyakini dan dijalankan oleh jamaah tersebut. Dalam training juga diajarkan trik-trik bagaimana mengajak orang lain untuk bergabung. Dengan cara yang sangat sistematis, anggota-anggota baru dicuci otak dan menjadi semakin fanatik terhadap organisasi ini. Mereka diminta untuk merekrut sebanyak mungkin orang, dan juga menyumbang sebanyak mungkin harta untuk kepentingan KR-9

Selanjutnya aktivitas Idris sehari2 sepenuhnya untuk KR-9. Hingga kemudian Idris bahkan ditawari untuk menjadi guru di pesantren modern Al-Jannah milik KR-9. Ia pindah dari Jakarta untuk menetap di Al-Jannah dan melupakan cita-citanya untuk melanjutkan kuliah.

Idris tampaknya sudah mantap menggantungkan hidupnya demi KR-9. Meskipun di Al Jannah ia hidup sangat sederhana di antara bangunan pondok yang sangat megah. Bahkan akhirnya ia menikah dengan salah seorang guru wanita sesama pengikut KR-9 di Al-Jannah.

Titik balik mulai terjadi ketika Idris memiliki bayi kecil yang harus tinggal dalam lingkungan Al-Jannah. Hati Idris pun mulai terbuka dan memberontak. Sebuah kesempatan akhirnya terbuka bagi Idris dan anak istrinya untuk keluar dari Al-Jannah dan memulai sebuah hidup yang sama sekali baru.

Dituding Kafir

Sebuah perjalanan hidup yang sangat menarik untuk diikuti sebagai sebuah pelajaran bagi semua orang agar tidak mudah terjebak dalam sebuah ajaran yang menyesatkan. Mereka yang mengajarkan hal-hal semacam itu kebanyakan telah memahami psikologi manusia dan sangat lihai dalam mempengaruhi orang membuat mereka percaya akan suatu ajaran baru. Segalanya telah disiapkan dengan rapi untuk membuat setiap orang mudah terjebak.

Idris dalam hal ini terjebak dengan tudingan "kafir" yang dialamatkan padanya oleh Pak Hanafi dan teman2nya. Tudingan "kafir" membuatnya memberontak. Tapi jebakan telah disiapkan, semakin ia memberontak semakin erat ia terjerat. Dan ketika Idris akhirnya tak berdaya lagi untuk memberontak, ia menyatakan bersedia ikut menjalani apa yang diyakini Pak Hanafi. Ajaran dan aturan dari organisasi KR-9 telah menjadi sebuah dogma agama yang baru bagi Idris. Dan agama bagi Idris adalah segala-galanya yang harus ia perjuangkan sampai mati. Para perancang ajaran KR-9 sangat memahami hal itu dan memanfaatkannya.

Fanatisme buta juga dijadikan alat dalam menjaga anggota jamaah ini untuk tetap taat terhadap ajaran KR-9. Mereka selalu mengucapkan "Sami'na wa atha'na" setiap kali mendapat perintah. Saya mendengar dan saya taat. Betapapun sebenarnya mereka tidak bisa menerima perintah itu karena tidak wajar. Itu yang diajarkan, dan membangkang berarti kafir...

Serigala Berkedok Agama

Entah apa tujuan orang-orang yang membangun organisasi yang mengajarkan tuntunan hidup yang menyimpang dari ajaran agama yang ada. Kebanyakan tampaknya adalah bertujuan untuk kepentingan dirinya sendiri. Memanfaatkan orang lain yang sudah tercocok hidungnya.

Beberapa mungkin memang sangat idealis dan meyakini kebenaran penafsiran barunya terhadap ajaran agama yang ada. Beberapa hanya ingin membuat ajaran agama yang lebih ringan tanpa banyak ritual dan larangan. Beberapa lagi mungkin ingin menunjukkan eksistensi diri agar menjadi pemimpin dengan banyak penganut setia. Tapi beberapa lagi yang lain ternyata ada yang bertujuan memperkaya diri sendiri dari sumbangan para pengikut.

Dan mengemas semua itu dalam kedok ajaran agama adalah sebuah kelicikan yang sangat cerdas. Orang Indonesia yang rata2 masih taat kepada agama, seringkali menjadi mangsa empuk bagi mereka. Bukan hanya mereka yang tidak begitu paham tentang agama, tapi bahkan lulusan pesantren seperti Idris ini bisa dijerat.

Berani Membuka Aib Masa Lalu

Buku ini lumayan enak dibaca. Memberikan banyak pemahaman kepada pembaca, bagaimana seseorang bisa sampai terjerat dalam ajaran yang menyimpang. Mungkin bisa juga menjadi bekal bagi semua orang agar tidak mengulangi kesalahan serupa yang telah dilakukan Idris.

Buku ini membahas semua aspek kehidupan tokoh Idris. Mungkin juga sebetulnya ini adalah memoar dari kehidupan Idris yang kemudian dikembangkan sedemikian rupa hingga menjadi novel. Tapi buku ini bukanlah investigasi lengkap tentang kehidupan organisasi menyimpang tersebut, karena di dalamnya banyak cerita keseharian Idris selama di Al-Jannah.

Meskipun semua nama tokoh, organisasi, waktu dan tempatnya telah disamarkan dari kisah aslinya, tetapi keberanian Muhammad Idris untuk mengungkapkannya kepada publik sungguh sebuah keberanian yang patut diacungi jempol. Idris harus mengorek-orek luka lama dan membuka aibnya untuk menulis buku ini, dan itu pasti tidak mudah. Apalagi saat ini Idris harus kembali memulai hidupnya dari nol, karena sekian tahun dari usianya telah terbuang untuk mengabdi kepada organisasi sesat tersebut.

Tapi tentunya itu bukanlah sebuah kesia-siaan, karena dengan demikian Idris bisa bercerita kepada banyak orang untuk tidak mengulangi kesalahannya.

Rabu, 02 Juli 2014

Meneropong Pemimpin Indonesia yang Ideal

Meneropong pemimpin indonesia yang ideal. Tentunya adalah dengan menemukan problem-problem yang ada di Indonesia hari ini. Dengan mengetahui problem yang ada di Indonesia, diharapkan kita dapat melihat pemimpin yang ideal untuk mengatasi problem indonesia dengan visi misi yang mereka bawa.


Dalam bahasan yang telah di bicarakan pada diskusi di komisariat pada 5 dan 12 juli 2014, kita telah membahas masalah2 sebagai berikut.
1.   Ketahanan pangan
2.   Pendidikan
3.   Moral, korupsi dan hukum
4.   Kestabilan ekonomi
5.   Martabat negara
6.   Kesenjangan sosial
Pertama
Dimulai dari ketahanan pangan, masalah indonesia dapat dibagi menjadi 3, produksi, distribusi serta konsumsi. Dalam produksi hal ini lebih banyak mencakup tentang permasalahan negara dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Baik itu secara kualitas, maupun kuantitas. Hal ini tentunya menyangkut masalah infrastruktur yang memadai dalam hal distribusi. Distribusi dari produksi ke konsumsi, maupun distribusi sumberdaya manusia untuk mengolah produksi pangan dalam negeri. Serta, permintaan konsumsi yang terlalu konsumtif dari warga kita sendiri.
Lebih dalam lagi, ketahanan pangan negara kita dipengaruhi oleh
1.   Lahan kurang
2.   Infrastruktur / teknologi pendukung -> kurang inovasi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan kita
3.   PSDM -> kurangnya pembinaan dan penyuluhan kepada pelaku produksi sehingga produksi pangan kita kurang efsien
4.   Regulasi dari pemerintah yang menyudutkan petani lokal.


Kedua
Pendidikan, faktor dasar yang mempengaruhi maju tidaknya sebuah negara. Sebuah pondasi untuk memulai langkah-langkah berikutnya untuk melakukan pembangunan nasional.
Pendidikan ini dapat dibagi menjadi 3 hal besar. Tenaga pengajar, infrastruktur dan sistem.
Tenaga pengajar :
1.   Kapabilitas dan kualitas yang kurang sehingga sulit untuk menghasilkan generasi muda yang mumpuni untuk menghadapi perkembangan zaman.
2.   Kebutuhan hidup yang minim
3.   Pemerataan tenaga pengajar
Infrastruktur :
1.   Pemerataan APBD untuk pendidikan
2.   Fasilitas penunjang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi
3.   Pemusatan pendidikan di kota2 besar
Sistem :
1.   Tidak ada pendidikan karakter / leadership
2.   Sistem dan kurikulum yang tidak konsisten
3.   Sistem yang tidak fair
4.   Alur birokrasi yang dipersulit
5.   Kurangnya pengawasan


Ketiga
1.   Kurang pemahaman agama masing2 sehingga moral para petinggi negara ini kurang yang dapat menyebabkan korupsi dan penegakan hukum yang kurang
2.   Kurangnya pendidikan ortu terhadap generasi muda sehingga berkurangnya moralitas generasi muda kita. Pendidikan dari orang tua adalah pendidikan moral paling utama yang harus diberikan kepada seorang anak .
3.   Kurangnya pengawasan dan sistem yang mengikat. Berkaitan dengan transparansi keungan daerah kepada rakyatnya.
4.   Kurangnya integritas penegak hukum dan pembuatan kebijakan
5.   Hukum yang mencedrai keadilan
6.   Kurang kuatnya lembaga independen bidang penegakan hukum
7.   Kurangnya pendidikan hukum dimasyarakat
8.   Kurangnya pencerdasan dalam memanfaatkan teknologi
Keempat
Kestabilan ekonomi,
Dapat kita ketahui tingkat kestabilan ekonomi indonesia sedang tidak stabil akhir ini. Seperti dapat kita lihat akhir ini nilai tukar rupiah menurun sampai 13.000 per dolar.
Indonesia, sebuah negara industri yang sempat menjadi macan indonesia , namun akhir ini indonesia semakin digiring untuk menjadi negara perdagangan. Karena pada dasarnya indonesia adalah negara yang didesain oleh Allah swt untuk menjadi negara industri. Kenapa? Indonesia kaya SDA.
Indonesia perlu mengambil alih kedaulatan terhadap sumber2 SDA agar dapat mengolah serta menjalankan kegiatan ekonomi nasional.
Hingga masalah kurang siapnya SDM untuk mengolah SDA untuk menjalankan kegiatan ekonomi sosial.


Kelima
Negara berdaulat, harus bermartabat.
Kurangnya ketegasan dan kompetensi pemimpin. Dalam hal ini kurang responsivenya pemimpin terhadap permasalahan yang menyinggung kedaulatan dan martabat negara.
Minimnya prestasi internasional yang strategis , dalam hal ini negara dengan prestasi internasional yang tinggi akan semakin dihormati oleh negara lain. Tidak hanya pendidikan atau olahraga, namun prestasi dalam bidang ekonomi, politik, hingga pemikiran.
Banyaknya pelanggaran HAM terhadap TKI karena kurangnya perlindungan.
Ditinggalkan identitas dan karakter bagnsa dengan efek globalisasi , ini dikarenakan lebih tertariknya generasi muda terhadap asing. Bukan lokal,


Keenam
Persebaran APBD yang tidak merata
Penyerapan APBD yang krang , -> transparansi keuangan
Kurangnya pemerataan persebaran penduduk.

Kamis, 05 Juni 2014

COBIT 5

cobit5.jpg
COBIT 5 adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan manajemen perusahaan IT (IT gevornance framework), dan juga kumpulan alat yang mendukung para manager untuk menjembatani jarak (gap) antara kebutuhan yang dikendalikan (control requirments), masalah teknis (technical issues) dan resiko bisnis (business risk).
Versi evolusi menggabungkan pemikiran terbaru dalam tata kelola perusahaan dan teknik manajemen, dan memberikan prinsip- prinsip yang diterima secara global, praktek, alat-alat analisis dan model untuk membantu meningkatkan kepercayaan, dan nilai dari, sistem informasi.

COBIT mempermudah perkembangan peraturan yang jelas (clear policy development) dan praktik baik (good practice) untuk mengendalikan IT dalam organisasi.
COBIT menekankan kepatuhan terhadap peraturan, membantu organisasi untuk meningkatkan nilai yang ingin dicapai dengan penggunaan IT, memungkinkan untuk menyelaraskan dan menyederhanakan penerapan dari the COBIT framework.

- Manfaat
COBIT 5 Perusahaan dan para manager pelaksananya bekerja keras untuk :
1. Menjaga kualitas informasi untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
2. Menghasilkan nilai bisnis dari investasi pemanfaatan IT, yaitu, mencapai tujuan strategis dan merealisasikan manfaat bisnis melalui penggunaan IT yang efektif dan inovatif.
3. Mencapai keunggulan operasional melalui penerapan teknologi yang handal dan efisien.
4. Menjaga resiko yang berhubungan dengan penerapan pada tingkat yang masih bisa ditoleransi.
5. Mengoptimalkan biaya penggunaan IT service dan teknologi.

- Berdasarkan 5 Prinsip
cobit5-principles.jpg
COBIT 5 didasarkan pada lima prinsip :
1. Prinsip 1: Pertemuan Pemangku Kepentingan Kebutuhan
2. Prinsip 2: Meliputi Enterprise End-to-End
3. Prinsip 3: Menerapkan Kerangka, Single Terpadu
4. Prinsip 4: Mengaktifkan Pendekatan Holistik
5. Prinsip 5: Tata Memisahkan Dari Manajemen

- Kerangka COBIT 5 menjelaskan tujuh kategori :
1. Prinsip, kebijakan dan kerangka kerja adalah kendaraan untuk menerjemahkan perilaku yang diinginkan menjadi panduan praktis untuk sehari-hari manajemen.
2. Proses menggambarkan set terorganisir praktek dan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu dan menghasilkan set output dalam mendukung pencapaian keseluruhan TI-tujuan yang terkait.
3. Struktur organisasi adalah pengambilan keputusan kunci entitas dalam suatu perusahaan.
4. Budaya, etika dan perilaku individu dan perusahaan yang sangat sering diremehkan sebagai faktor keberhasilan dalam kegiatan tata kelola dan manajemen.
5. Informasi diperlukan untuk menjaga organisasi berjalan dengan baik dan diatur, tetapi pada tingkat operasional, informasi sangat sering produk utama dari perusahaan itu sendiri.
6. Layanan, infrastruktur dan aplikasi meliputi infrastruktur, teknologi dan aplikasi yang menyediakan perusahaan dengan pengolahan informasi teknologi dan jasa.
7. Orang, keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk berhasil menyelesaikan semua kegiatan, dan untuk membuat keputusan yang benar dan mengambil tindakan korektif.

- Informasi
Informasi adalah sumber daya utama untuk semua perusahaan. Informasi tersebut diciptakan, digunakan, disimpan, ditampilkan, dan dimusnahkan.
Teknologi mempunyai peran penting pada kegiatan- kegiatan tersebut. Teknologi kemudian menjadi berkembang pada semua aspek bisnis dan pribadi.

Manfaat apa yang diberikan oleh informasi dan teknologi pada perusahaan ?
Salah satunya untuk pengambilan keputusan, contohnya aplikasi DSS.

- COBIT Version
COBIT 5 adalah sebuah perkembangan strategis yang besar yang menyediakan panduan generasi berikutnya dari ISACA pada tata kelola dan manajemen untuk enterprise information technology(IT) assets.

- COBIT 5: Value Creation
Untuk menyajikan enterprise stakeholder value, dibutuhkan governance and management (tata kelola dan manajemen) yang baik dari information and technology (IT) assets, termasuk pengaturan information security.
Kebutuhan para penegak hukum, pembuat peraturan dan pembuat kontrak yang diluar perusahaan (External legal, regulatory and contractual compliance) berhubungan dengan penggunaan informasi dan teknologi yang semakin meningkat diperusahaan, menjadi ancaman jika terjadi kebocoran.

COBIT 5 menyediakan kerangka kerja yang lengkap (comprehensive framework) yang membantu perusahaan untuk mencapai target mereka dan memberikan nilai melalui tata kelola dan manajemen perusahaan yang baik di bidang IT u providing a sound basis for information security arrangements.

- The COBIT 5 Framework
Seperti yang telah dijelaskan, COBIT 5 membantu perusahaan untuk menciptakan nilai IT yang optimal dengan menjaga keseimbangan antara mewujudkan manfaat dan mengoptimalisasi tingkat resiko dan resource yang digunakan.
COBIT memungkinkan informasi dan teknologi yang berhubungan untuk dikelola dan diatur dengan cara yang menyeluruh pada setiap bagian perusahaan, mengambil peran penuh pada bisnis dan area fungsional dari tanggung jawab perusahaan, dengan mempertimbangkan bahwa IT beruhubungan dengan stakeholders yang berasal dari internal dan external perusahaan.

- The COBIT 5 principles and enablers adalah umum dan bermanfaat untuk semua ukuran perusahaan, baik itu komersial ataupun tidak, atau untuk penyedia layanan publik.